Tabir Kelam Terkuak: Pelaku Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditangkap Saat Beraksi
Peristiwa tragis yang merenggut nyawa MAHM (9), anak dari politikus PKS Cilegon Maman Suherman, perlahan mulai tersibak tabirnya. Setelah mengguncang warga Banten, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku pembunuhan sadis tersebut. Penangkapan ini membuka serangkaian fakta mengejutkan, mulai dari identitas pelaku, kedekatannya dengan lokasi kejadian, hingga pola kejahatan yang diduga telah dilakukannya berulang kali.
Pelaku yang diketahui berinisial HA (31), seorang pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, berhasil diringkus pada Jumat (2/1/2025) sore. Meskipun berasal dari luar Banten, HA diketahui menetap dan bekerja di Kota Cilegon. Ia tercatat sebagai penghuni kompleks Perumahan Bumi Rakata Asri, Kecamatan/Kota Cilegon.
Kapolsek Cilegon, AKP Firman Al Hamid, membenarkan identitas pelaku. “Pelaku inisial HA, umur 31 tahun, karyawan swasta di Cilegon. Orang ini orang Palembang, tinggal di Bumi Rakata,” ujarnya pada Sabtu (3/1/2025).
Jarak yang Mengejutkan: Pelaku dan Korban Berjarak Hanya 1,7 Kilometer
Salah satu fakta yang paling mengejutkan publik adalah betapa dekatnya jarak tempat tinggal pelaku dengan kediaman korban. Berdasarkan penelusuran, kediaman HA hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari rumah Maman Suherman yang berlokasi di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan/Kota Cilegon. Jarak yang terbilang dekat ini hanya memakan waktu sekitar empat menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Kedekatan geografis ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku telah familiar dengan area dan lingkungan sekitar, termasuk rumah-rumah yang berpotensi menjadi target kejahatan.
Penangkapan Tak Terduga: Tertangkap Basah Saat Hendak Mencuri Brankas
Penangkapan HA ternyata tidak secara langsung berkaitan dengan kasus pembunuhan MAHM. Aparat kepolisian justru berhasil mengamankannya saat ia tengah beraksi hendak mencuri brankas di rumah seorang mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri, di kawasan Pabuaran, Kelurahan Ciwedu, Kota Cilegon, pada Jumat sore.
Menurut keterangan Dede Rohana, salah seorang anggota keluarga Roisyudin, HA tertangkap basah oleh asisten rumah tangga (ART) saat melancarkan aksinya. Dalam kepanikan, pelaku berusaha bersembunyi di kolong mobil yang terparkir di garasi rumah tersebut. Tragisnya, pelaku bahkan mengalami luka di kaki akibat terjatuh dari tangga sebelum akhirnya bersembunyi. “Dia (pelaku) ngumpet di bawah mobil, karena memang dia itu badannya kecil,” ungkap Dede.
Dikepung Warga, Diselamatkan dari Amukan Massa
Setelah mengetahui keberadaan pelaku yang bersembunyi di kolong mobil, pihak kepolisian bersama warga sekitar segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengepungan. Situasi sempat memanas karena warga yang geram nyaris melakukan penghakiman massa terhadap HA. Namun, berkat kesigapan aparat, pelaku berhasil diamankan dan dievakuasi sebelum amukan massa terjadi. HA kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Jejak Kejahatan Lama Terungkap: Dugaan Pencurian Berulang
Pengungkapan kasus ini tidak hanya mengungkap pelaku pembunuhan, tetapi juga membuka fakta mengejutkan mengenai rekam jejak kejahatan HA. Dede Rohana mengungkapkan bahwa pelaku diduga kuat pernah melakukan pencurian di rumahnya pada tanggal 28 Januari 2025. Meskipun saat itu gagal membawa brankas, pelaku diduga sempat berhasil menggondol sejumlah perhiasan.
“Dari kendaraan, ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV memang sama dengan dia (pelaku). Diperkuat ada barang bukti perhiasan masih ada rumahnya,” ujar Dede. Ia menduga HA kembali mendatangi rumah tersebut pada Jumat kemarin dengan niat untuk membuka brankas ketika rumah dalam kondisi kosong.
Persiapan Matang: Pelaku Bawa Alat untuk Bobol Brankas
Dalam aksi terbarunya di kediaman Roisyudin, HA dilaporkan datang dengan persiapan yang lebih matang. Pelaku kedapatan membawa sejumlah peralatan yang diduga akan digunakan untuk membobol brankas di dalam rumah. “Di tasnya itu ada alat pemanas gembok, kayanya dia datang lagi mau dibongkar di dalam rumah, biar dibawa isinya saja,” ungkap Dede. Dugaan ini semakin menguatkan identifikasi HA sebagai pelaku spesialis pencurian rumah kosong dan rumah mewah.
Tak Menyangka Keterkaitan dengan Pembunuhan
Dede Rohana mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa pelaku yang tertangkap di rumahnya memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan MAHM. Fakta tersebut baru terungkap setelah pihak kepolisian melakukan pendalaman lebih lanjut. “Kita tidak tahu awalnya ada kaitannya sama kasus pembunuhan di BBS. Kita baru tahu semalem bahwa pelaku spesialis rumah mewah, rumah kosong,” tuturnya.
Pengakuan Mengejutkan: HA Akui Pembunuhan MAHM
Terpisah, Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, mengonfirmasi bahwa HA telah mengakui perbuatannya membunuh MAHM setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. “Selanjutnya, Resmob Polres Cilegon dan Resmob Polda Banten yang dipimpin Kasubbid Polda membawa pelaku untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata pelaku ini juga yang melakukan aksi pembunuhan di BBS III,” ungkapnya.
Meskipun demikian, hingga kini motif di balik pembunuhan sadis tersebut masih belum diungkapkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, menyatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk merilis motif sebenarnya di balik tindakan keji tersebut. “Mohon waktu,” katanya singkat.
Kasus ini kini terus dikembangkan oleh aparat kepolisian. Penangkapan HA tidak hanya mengakhiri pelarian pelaku pembunuhan bocah sembilan tahun tersebut, tetapi juga membuka tabir dugaan adanya rangkaian kejahatan lain yang selama ini luput dari perhatian publik. Masyarakat menantikan jawaban pasti mengenai motif sebenarnya di balik hilangnya nyawa seorang anak tak berdosa.

















