Kriminal

Siswi SD Pegang Motor Jambret di Medan: Terseret 20 Meter, Kaki Berdarah

×

Siswi SD Pegang Motor Jambret di Medan: Terseret 20 Meter, Kaki Berdarah

Sebarkan artikel ini

Aksi Heroik Bocah SD Melawan Penjambret, Terseret Puluhan Meter Demi Pertahankan Tas

Sebuah insiden yang menggugah hati sekaligus mencemaskan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Jovita Vianitan, seorang siswi Sekolah Dasar berusia 9 tahun, menunjukkan keberanian luar biasa saat menjadi korban penjambretan. Tubuhnya yang mungil harus terseret di permukaan jalan aspal sejauh kurang lebih 20 meter demi mempertahankan tas miliknya dari tangan pelaku. Peristiwa dramatis ini, yang terjadi pada Sabtu siang, terekam kamera dan dengan cepat menyebar viral di media sosial, menarik perhatian publik atas keberaniannya yang tak sebanding dengan usianya.

Jovita, yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, tidak gentar menghadapi pelaku yang mencoba merampas barang miliknya. Meski perlawanannya berujung pada luka fisik, semangatnya untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya patut diacungi jempol. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan luka fisik pada Jovita, tetapi juga menggugah rasa empati masyarakat terhadap risiko yang dihadapi anak-anak di ruang publik serta keberanian mereka dalam situasi berbahaya.

Kronologi Kejadian yang Mencekam

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di kediaman Jovita yang berlokasi di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Saat itu, Darfan, ayah Jovita yang berusia 52 tahun, tengah dalam perjalanan menjemput anaknya dari sekolah yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah.

Baca Juga :  LHKPN Pintu Berantas Korupsi

Setelah menunggu hampir 20 menit dan Jovita tak kunjung muncul, Darfan memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan asumsi anaknya mungkin sudah tiba di rumah. “Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah,” ujar Darfan dengan nada prihatin.

Berdasarkan keterangan dari rekaman kamera pengawas (CCTV) dan penuturan Jovita, insiden itu terjadi saat sang anak berada di kamar mandi. Jovita mendengar suara pintu rumah dibuka dan awalnya mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja. Namun, tanpa diduga, yang masuk ke dalam rumah justru seorang pria bertubuh besar. Pria tersebut diduga seorang pekerja serabutan.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung mengambil tas milik Jovita yang berisi dompet dan sebuah telepon genggam. Menyadari barangnya akan dibawa kabur, Jovita segera berusaha mencegat pelaku. Namun, usahanya untuk menghalangi pria bertubuh lebih besar itu sia-sia. Pelaku berhasil lolos dari hadangan Jovita dan langsung berlari menuju sepeda motor yang telah disiapkan.

Tidak tinggal diam, Jovita nekat mengejar pelaku hingga ke sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri. Ia bahkan sempat berpegangan pada besi behel sepeda motor tersebut, berusaha sekuat tenaga menghalangi pelaku untuk pergi. “Saat itu pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter,” jelas Darfan.

Baca Juga :  Kronologi Tragis: Mahasiswi UMM Tewas Misterius, Jasad Berhelm Pink di Sungai Pasuruan

Luka Fisik dan Kehilangan yang Dialami Jovita

Akibat insiden penjambretan tersebut, Jovita mengalami luka yang cukup serius pada bagian kakinya. Permukaan kulit kakinya tergerus oleh aspal jalan saat ia diseret oleh pelaku. Keluarga bersyukur bahwa tangan dan bagian tubuh lainnya tidak mengalami cedera yang parah.

Meskipun sempat berhasil mengambil telepon genggam korban, pelaku kemudian menghentikan aksinya dan mengembalikan ponsel tersebut. Namun, tas yang berisi uang tunai sebesar Rp 100 ribu milik Darfan tetap berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Keluarga Jovita telah melaporkan kejadian ini kepada pihak lingkungan setempat. Rencana untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian akan dilakukan jika kondisi kesehatan Jovita memburuk. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum melapor ke polisi. Rencananya akan buat laporan kalau kondisi korban parah,” ungkap Darfan.

Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku diduga bertindak seorang diri. Motif utama pelaku adalah mengambil barang berharga berupa uang yang ada di dalam tas Jovita. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden penjambretan yang dialami oleh Jovita Vianitan. Pihak kepolisian setempat masih berupaya untuk mengonfirmasi kejadian ini.