Kriminal

Tragedi Istri Fiersa Besari: Ditabrak, Kaki Tergencet, Musisi Murka!

×

Tragedi Istri Fiersa Besari: Ditabrak, Kaki Tergencet, Musisi Murka!

Sebarkan artikel ini

Musibah Menimpa Istri Fiersa Besari: Kronologi Kecelakaan dan Reaksi Sang Musisi

Keluarga musisi Fiersa Besari tengah diliputi kekhawatiran menyusul insiden yang menimpa sang istri, Aqia Nurfadla. Ia dilaporkan mengalami kecelakaan tertabrak mobil yang menyebabkan kakinya tergencet. Meskipun tidak ada patah tulang atau keretakan serius, Aqia diprediksi harus menggunakan alat bantu penyangga kaki selama beberapa minggu ke depan.

“Hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak atau patah tulang. Jadi tidak perlu rawat inap atau operasi,” ungkap Fiersa melalui unggahannya di media sosial. Ia menambahkan bahwa kemungkinan akan terjadi pembengkakan pada otot akibat trauma tersebut dalam beberapa hari mendatang. Namun, di balik kondisi fisik istrinya, Fiersa mengaku masih menyimpan kekecewaan mendalam terhadap sikap pelaku yang menabrak Aqia.

Kronologi Lengkap Insiden

Peristiwa nahas ini bermula ketika Fiersa Besari dan istrinya, Aqia, berencana untuk melakukan perjalanan liburan ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Setibanya di Stasiun Gambir dan setelah turun dari taksi, Aqia bersama manajer mereka, Ubay, berjalan menuju area bagasi untuk menurunkan barang-barang. Sementara itu, Fiersa menggendong putra mereka.

Baca Juga :  Kecelakaan Pertama Dunia, Korban Tewas Ditabrak Mobil 6 Km/jam

Tanpa diduga, sebuah mobil melaju dari arah belakang dan menabrak Aqia serta manajernya. Sang manajer berhasil menghindar ke samping, namun Aqia tidak dapat menghindari tabrakan tersebut. Fiersa memperkirakan pengemudi mobil tersebut berusia sekitar 60 hingga 70 tahun.

“Ubay bisa lepas ke samping, Aqia tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya. Membuat Aqia semakin tergencet,” jelas Fiersa, menggambarkan detik-detik menegangkan tersebut.

Kekecewaan Fiersa terhadap Sikap Pelaku

Kekecewaan Fiersa Besari tidak hanya tertuju pada insiden kecelakaan itu sendiri, tetapi juga pada sikap pelaku. Ia merasa pelaku meremehkan kondisi istrinya yang tengah kesakitan. Puncaknya, pelaku dengan mudah menawarkan sejumlah uang untuk penyelesaian damai.

Fiersa mengungkapkan kemarahannya, “Lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang ‘paling keseleo,’ terus mau kasih Rp 200.000 untuk damai. Meledak lah saya.” Ia juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan momen pelaku menawarkan uang tersebut.

Dalam percakapan yang terekam, pelaku terdengar berkata, “Sekarang saya minta maaf, ibu kan cuma keseleo. Ya udah, saya ganti Rp 200.” Pernyataan inilah yang memicu kemarahan Fiersa.

Baca Juga :  Ammar Zoni: Momen Pindah dari Nusakambangan ke Kamar Khusus

Konsekuensi dan Sanksi bagi Pelaku

Fiersa Besari menegaskan bahwa laporannya kepada pihak kepolisian bukanlah semata-mata urusan materi. Tujuannya adalah agar pelaku lebih berhati-hati di masa mendatang dan tidak mudah meremehkan kondisi orang lain.

“Bagi saya bukan soal uang, ini soal konsekuensi ketika berbuat kesalahan. Di satu sisi, bapak ini sudah sepuh. Di sisi lain, justru karena dia sudah sepuh, jangan sampai ada korban lain akibat kelalaiannya,” tegas Fiersa.

Meskipun demikian, Fiersa tidak ingin memperpanjang masalah ini lebih jauh. Setelah melalui proses mediasi, pelaku akhirnya dijatuhi sanksi berupa tilang dan penahanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Keputusan ini diambil untuk menghindari proses hukum yang lebih rumit, seperti penyitaan kendaraan dan kewajiban bolak-balik ke pengadilan.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam berkendara dan pentingnya menghargai kondisi serta perasaan orang lain, terutama dalam situasi yang melibatkan musibah.